Daftar 47 Merek Susu Formula yang Bebas Bakteri E Sakazakii

Menkes, BPOM dan IPB akhirnya mengeluarkan daftar susu formula untuk bayi yang bebas bakteri E sakazakii pada bulan Juli 2011 ini. Susu yang diteliti untuk mengetahui ada tidaknya kandungan bakteri E sakazakii adalah yang susu yang hanya terdaftar di BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) Berikut Daftar 47 merek susu formula yang bebas bakteri E Sakazakii

Menkes, BPOM dan IPB baru saja mengumumkan hasil peneltiian terhadap seluruh merek susu untuk bayi yang beredar di pasaran. Dari 47 merek yang diteliti, tidak satupun yang terkontaminasi. Berikut daftar merek susu yang diteliti.

Susu yang diteliti adalah semua merek susu formula yang terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan ditujukan untuk bayi 0-6 bulan, yang jumlahnya 47 merek. Dari tiap merek susu diambil 2 bets, masing-masing bets diambil 3 sampel.

Adapun ke-47 merek susu yang sudah dinyatakan bebas bakteri Enterobachter sakazakii seperti yang diungkap dalam jumpa pers di Gedung Kementerian Komunikasi dan Informasi, Jumat (8/7/2011), adalah sebagai berikut.

47 Merek susu formula yang bebas bakteri E Sakazakii
  1. AL 110 (Nestle)
  2. Anmum Infacare (Fonterra Brands Indonesia)
  3. Bebelac 1 (Nutricia Indonesia)
  4. ENFAMIL (Mead Johnson Nutrition-Filipina)
  5. Enfamil (Mead Johnson Indonesia)
  6. Enfamil A+ (Mead Johnson Indonesia)
  7. Enfamil A+ (Mead Johnson Indonesia) beda bets
  8. Enfamil A+ HA (Mead Johnson Indonesia)
  9. Enfamil A+ O-Lac (Mead Johnson Indonesia)
  10. Enfamil A+ PF (Mead Johnson Indonesia)
  11. Frisian Flag Tahap 1 (Frisian Flag)
  12. Isomil Advance (Abott)
  13. Lactogen 1 Klasik (Nestle)
  14. Lactogen Gold 1 (Nestle)
  15. LACTONA 1 (Mirota KSM)
  16. Morinaga BMT (Kalbe Morinaga)
  17. Morinaga BMT Platinum 1 (Kalbe Morinaga)
  18. Morinaga NL-33 (Kalbe Morinaga)
  19. NAN (Nestle)
  20. NAN 1 (Nestle)
  21. NAN-1 (Nestle Philipine)
  22. Neocate (SHS International)
  23. Neosure (Abott)
  24. Nutricia Bebelac (Nutricia Indonesia Sejahtera)
  25. Nutricia Nutrilon (Nutricia Indonesia Sejahtera)
  26. Nutrilon (Nutricia Indonesia Sejahtera)
  27. Nutrilon Hypo Allergenic (Nutricia Indonesia Sejahtera)
  28. Nutrilon Less Lactose (Nutricia Indonesia Sejahtera)
  29. Nutrilon Pepti Junior (PBM Nutritionals)
  30. Nutrilon Premature (NV Nutricia)
  31. Nutrilon Royal (Nutricia Indonesia Sejahtera)
  32. Nutrilon Royal 1 (Nutricia Indonesia Sejahtera)
  33. Nutrilon Soya (Nutricia Indonesia Sejahtera)
  34. pre NAN (Nestle)
  35. Progestemil (Mead Johnson)
  36. Prosobee (Mead Johnson)
  37. S-26 (Wyeth Indonesia)
  38. S-26 Gold (Wyeth Indonesia)
  39. S-26 PDF Gold (Wyeth Indonesia)
  40. SGM 1-Presinutri (Sari Husada)
  41. SGM BBLR (SUGIZINDO)
  42. SGM BBLR 0-6 bulan (Sari Husada)
  43. SGM LLM (Sari Husada)
  44. Similac Advance (Abott)
  45. Susu Bimbi 1 (Netania Kasih Karunia)
  46. Vitalac BL (Sugizindo Bogor)
  47. Vitalac Step 1 (Sari Husada)
(detikhealth.com)

Bawang Putih: Mengatasi Gigitan Serangga

Gigitan atau sengatan beberapa jenis serangga biasanya menimbulkan luka, bahkan menyebabkan keracunan, misalnya gigitan lipan, laba-laba, semut, dan lebah. Jika tersengat serangga, yang harus segera dilakukan adalah membersihkan luka, mengeluarkan organ serangga (alat penyengat) yang tertinggal di kulit, dan menetralkan racun serangga.
Untuk mengatasi gigitan serangga, Anda dapat memanfaatkan bawang putih yang biasa Anda gunakan untuk membumbui masakan Anda. Caranya:
  • Ambil bawang putih secukupnya.
  • Haluskan bawang putih, kemudian tempelkan pada luka bekas gigitan serangga.
  • Balut dengan kain kasa.
  • Lakukan 3 kali sehari.
Semoga bermanfaat!

Sumber: Ramuan Lengkap Herbal Taklukkan Penyakit (Prof. H. M. Hembing Wijayakusuma)

Lima Cara Keluarkan Batu Ginjal

ImageKebanyakan orang menganggap bahwa kotoran atau batu yang terdapat di saluran kemih seperti ginjal cuma dapat dikeluarkan dengan jalan di operasi. Padahal selain jalan operasi ada beberapa teknik atau cara untuk mengeluarkan kotoran tersebut. Namun meski demikian pemeriksaan dokter yang akurat juga sangat diperlukan untuk mengetahui besar batu tersebut.
“Pengobatan untuk saluran kemih ini didasarkan pada lokasi, ukuran batu (apakah di bawah 5 mm, 5-10 mm atau lebih dari 20 mm) dan juga melihat fungsi ginjalnya (masih bagus atau tidak),” ujar dr Rochani, SpB, SpU dalam acara konferensi pers Penatalaksanaan Batu Ginjal Tanduk Rusa dengan Luka Operasi Minimal di RS Asri, Jl Duren Tiga Jakarta, Kamis (23/6/2011).
Batu yang terdapat di saluran kemih ini bisa berada di dalam ginjal, ureter, kandung kemih atau uretra. Dan sifat dari batu ini ada yang keras (umumnya dari kalsium oksalat) dan ada juga yang relatif lunak (biasanya dari asam urat).
Berikut ini beberapa teknik yang bisa digunakan untuk menghilangkan atau mengatasi batu pada saluran kemih yaitu:
1. Teknik konservatifTeknik ini biasanya untuk batu yang berada di saluran ureter dan berukuran kecil yaitu kurang dari 4-5 mm, memiliki fungsi ginjal yang masih bagus dan tidak ada sumbatan. Teknik ini dengan cara mengonsumsi banyak air sehingga batu bisa keluar dengan sendirinya, lamanya teknik ini biasanya hingga 6 minggu.
“Jika terjadi infeksi di saluran kemih, nyeri yang tidak tertahankan, fungsi ginjal menurun dan urin berdarah, maka teknik konservatif ini harus dihentikan,” ujar Dr dr Nur Rasyid, SpU selaku Kepala Departemen Urologi FKUI.
2. Teknik ESWL (Extrocorporeal Shock Wave Lithotripsy)Teknik ini menggunakan gelombang kejut yang difokuskan pada satu titik dari batu untuk memecahkan batu menjadi pecahan yang lebih kecil dan halus (sekitar 1-2 mm) dan akan keluar bersama dengan air urin.
Tapi orang yang melakukan teknik ini harus memiliki fungsi ginjal yang bagus, kalau tidak pecahan batu tersebut tidak akan mau keluar dari tubuh. Serta memperhatikan komposisi dari batu yang terbentuk, jika termasuk batu yang keras maka biasanya membutuhkan lebih dari sekali ESWL.
“Kalau berkali-kali ditembak (ESWL) untuk 1 batu dalam jangka waktu dekat bisa menurunkan fungsi ginjal dan cost yang tinggi, biasanya hanya boleh sekitar 2-3 kali,” ungkapnya.
Teknik ini menggunakan peralatan yang modern dan prosedur yang aman serta nyaman karena tanpa menggunakan pembiusan dan luka operasi karena gelombang kejut ini berasal dari luar tubuh, serta mengurangi angka kesakitan.
Pasien dengan teknik ini membutuhkan waktu beberapa lama sampai pecahan batu tersebut benar-benar hilang, biasanya 1-2 bulan setelah ESWL sebaiknya melakukan kontrol seperti foto rontgen untuk melihat apakah sudah bersih atau belum untuk mengurangi angka kekambuhan.
3. Teknik URS (Ureterorenoscopy)Teknik ini dilakukan dengan cara memasukkan alat melalui saluran kencing yang dilengkapi dengan lensa, lalu memasukkan alat kecil untuk memecah batu dan mengeluarkannya menggunakan alat forcep khusus. Teknik ini lebih mudah dilakukan untuk perempuan.
4. Teknik PCNL (Percutaneous Nephrolithotomy)Teknik ini untuk mengangkat batu ginjal yang berukuran besar (lebih dari 20 mm) atau batu berbentuk tanduk rusa (staghorn stone) dengan luka operasi kecil (1-2 cm), sekitar 84 persen pasien mendapatkan angka bersih batu 100 persen melalui satu kali tindakan.
Batu besar ini akan dihancurkan dengan alat semacam logam panjang yang disertai energi ultrasonik atau elektrohidrolik menjadi serpihan batu, dan termasuk teknik dengan minimal invasif (luka minimal).
“Pasien yang melakukan PCNL tidak perlu dilakukan bius umum, cukup bius separuh badan saja dengan waktu pembedahan sekitar 2-3 jam, tergantung dari ukuran batu,” ujar Dr Nur Rasyid.
Teknik ini sudah diterima secara luas sebagai salah satu prosedur yang relatif aman, efektif, nyaman dengan angak morbidiats (kesakitan) yang rendah dalam mengangkat batu, serta masa pemulihan yang lebih singkat.
5. Teknik operasi terbukaSeiring dengan berkembangnya teknologi, maka teknik operasi terbuka (open surgery) sudah jarang dilakukan. Operasi ini biasanya dilakukan untuk mengeluarkan batu seperti batu ginjal yang berukuran besar.
Namun teknik ini memiliki risiko lebih besar terjadinya pendarahan, kerusakan ginjal serta membutuhkan masa pemulihan yang lebih lama dibanding teknik lainnya.

Tanda dan Gejala Stroke secara Umum

Mengenali tanda-tanda dan gejala stroke sangat penting untuk memastikan penderita mendapatkan perawatan lebih cepat dan tepat, sekaligus menghindari kefatalan. Secara umum, tanda dan gejala stroke dibagi menjadi dua, yaitu stroke iskemik dan stroke hemoragik. Gejala stroke pun bervariasi dari ringan sampai terjadi penurunan kesadaran. Berikut tanda dan gejalanya:
  1. Adanya serangan defisit neurologis atau kelumpuhan total seperti lumpuh badan sebelah baik kanan atau yang kiri saja.
  2. Rasa baal atau mati rasa sebelah, badan seperti kesemutan atau terbakar.
  3. Mulut mencong, lidah mencong jika dijulurkan sehingga bicaranya akan pelo, kadang-kadang menjadi sengau dan kata-katanya menjadi tidak dapat dimengerti (afasia).
  4. Bicara ngaco.
  5. Sulit menelan (disfagia).
  6. Tidak dapat mengerti apa yang dibicarakan orang lain.
  7. Demensia (pelupa).
  8. Vertigo atau perasaan pusing yang berputar (tidak pernah terjadi sebelumnya).
  9. Penglihatan terganggu, hanya sebagian lapangan pandang yang jelas, tanpa disertai rasa nyeri, kadang disertai penglihatan ganda.
10.  Tuli satu telinga atau pendengaran berkurang.
11.  Kelopak mata sulit dibuka atau terjatuh.
12.  Banyak tidur dan selalu mau tidur.
13.  Gerakan tidak terkoordinasi, kehilangan keseimbangan, sempoyongan.
14.  Gangguan kesadaran, dari pingsan sampai koma.
Semoga, tulisan ini bermanfaat.
Sumber: Atasi Stroke dengan Tanaman Obat (Ir. B. Mahendra dan dr. Evi Rachmawati N.H.)

Kulit Apel Baik Untuk Perkembangan

ImageBanyak orang yang mengupas kulit apel sebelum mengkonsumsinya, Padahal berdasarkan sebuah penelitian, menunjukan bahwa kulit apel mengandung zat lilin yang dikenal sebagai asam ursolat. Para peneliti di University of Iowa, Menjelaskan bahwa zat tersebut tenyata dapat meningkatkan pertumbuhan otot dan menekan atrofi otot pada tikus yang dijadikan percobaan. Hasil tersebut kemungkinan besar akan terjadi sama pada otot manusia.
Kulit apel diketahui juga mampu mengurangi lemak, kadar gula darah, kolesterol, dan trigliserida dalam tubuh. Maka itu, tak mengherankan bila kulit apel kerap dijadikan sebagai bahan pengobatan otot dan gangguan metabolisme seperti diabetes.
“Atrofi otot merupakan masalah besar yang cukup umum. Kondisi ini memengaruhi kebanyakan orang, misalkan selama sakit atau bertambahnya usia. Tapi, tidak ada obat untuk itu,” kata Christopher Adams, endokrinologi dan penulis senior studi tersebut seperti dikutip dari Daily Mail (8/6).
Adapun atrofi atau atrophia terjadi karena tidak digunakannya otot atau kurangnya latihan fisik. Pada kebanyakan orang, atrofi disebabkan tidak menggunakan otot secara cukup. Misalkan saja orang yang terbaring di tempat tidur dalam jangka waktu tertentu atau para astronaut yang jauh dari gravitasi bumi.
“Kami mempelajari aktivitas gen otot pada penderita atrofi dan menggunakan informasi tersebut untuk menemukan zat kimia yang dapat memblokir atrofi Salah satu bahan kimia itu sangatlah menarik yakni disebut asam ursolat. Bahan ini terkonsentrasi pada kulit apel,” tambahnya.
Menurut para peneliti, asam ursolat mengurangi atrofi otot dengan mendorong faktor pertumbuhan seperti insulin-1 (IGF1) untuk membangun otot. “Hal itu dilakukan dengan membantu dua hormon pembangun otot yakni insulin -1 (IGF1). Karena asam ursolat meningkatkan otot, ia mengurangi atrofinya. Uniknya, pada tikus, kulit apel memiliki keuntungan lain yakni mengurangi lemak tubuh, menurunkan kadar gula darah, dan kolesterol,” jelasnya.
Selain itu, meskipun asam ursolat meningkatkan berat otot pada tikus, tapi tidak menambah berat. Selain itu, tikus yang mengonsumsi asam ursolat memiliki lemak tubuh lebih sedikit. Studi ini telah diterbitkan dalam edisi terbaru jurnal Cell Metabolism edisi Juni 2011.

Tips Sehat Orang Prancis

Jakarta, Orang Prancis terkenal dengan badannya yang ramping, kulit muka yang segar dan mulus serta mudah menikmati hidup. Selama enam dekade terakhir Prancis diakui memiliki gaya hidup sehat yang membuat warganya bisa menikmati hidup.
Apa rahasia sehat orang Prancis? Seperti dilansir Askmen, Minggu (12/6/2011), berikut adalah 8 tips sehat orang Prancis yang mungkin beberapa bisa ditiru.
1. Kurangi ukuran porsi makan Anda
Dibanding orang Amerika, orang Prancis memiliki ukuran porsi makan yang lebih kecil. Gaya makan orang Prancis mirip dengan orang Jepang yang makan dalam porsi kecil-kecil. Banyak orang tanpa sadar makan berlebih apalagi ketika makanan yang dimakan begitu lezat di lidah. Jika makanan yang masuk berlebihan maka risiko mengandung kolesterol juga lebih banyak.
2. Banyak jalan kaki
Orang Prancis jarang yang menggunakan mobil jika tidak terlalu penting sekali. Orang Prancis lebih senang berjalan kaki ketika membeli makanan atau menuju stasiun ketika berangkat kerja atau naik sepeda bila memungkinkan. Fakta telah menunjukkan jalan kaki dengan kecepatan sedang merupakan salah satu latihan aerobik yang bisa mencegah penyakit kardiovaskular.
3. Membatasi asupan lemak trans (lemak jahat)
Lemak trans banyak terdapat pada makanan olahan yang merupakan makanan tidak sehat. Lemak trans juga bisa membuat perut terlihat buncit. Itulah mengapa orang Prancis terlihat ramping karena membatasi asupan lemak trans. Lemak trans banyak terdapat pada makanan junk food dan camilan.
4. Menghindari makanan olahan
Makanan olahan menjadi alternatif pangan banyak orang di dunia karena lebih mudah dan cepat memasaknya. Sayangnya makanan olahan ini mengandung tinngi garam, tinggi gula dan lemak trans yang membuatnya enak. Meski makanan olahan kini jadi pilihan banyak orang di dunia, orang Prancis tetap memilih makanan segar seperti sayuran dan buah-buahan yang lalu diolahnya sendiri.
5. Menikmati segelas anggur merah setiap hari
Meski orang Prancis makan daging dan protein berkalori tinggi namun orang Prancis tetap memiliki badan sehat dan jarang terkena penyakit jantung. Konon rahasianya adalah minum anggur merah segelas sehari. Meski agak sulit dibuktikan secara ilmiah namun kebiasaan minum anggur orang Prancis diyakini turut memberikan kontribusi terhadap badan sehatnya.
6. Makan tepat waktu dan jarang ngemil
Orang Prancis memastikan bahwa mereka akan makan teratur alias tepat waktu karena percaya hal tersebut akan membuat tubuh bisa mencerna makanan dengan baik. Jarang orang Prancis yang ngemil di malam hari meskipun kebiasaan tersebut menyenangkan tapi dalam jangka panjang bisa berdampak negatif pada kesehatan Anda. Orang Prancis jarang makan-makanan camilan dan memilih buah-buahan untuk camilannya.
7. Selalu menemukan cara untuk mengurangi stres
Bukan rahasia lagi kalau orang Prancis dikenal sebagai masyarakat yang bisa menikmati hidup. Teman baik, keluarga dan makanan adalah fokus dari orang Prancis sehingga ketika stres mereka tidak sendiri. Meluangkan waktu masak makanan sehat adalah salah satu yang dilakukan untuk mengurangi stres.
8. Makanan sebagai ajang untuk bersosialisasi
Tidak seperti orang Amerika yang makan dengan cepat, orang Prancis berlaku sebaliknya. Makanan benar-benar dinikmati dengan kecepatan pelan yang kadang dijadikan ajang sambil bersosilisasi. Makan pelan bisa membuat orang makan tidak terlalu banyak karena otak juga perlu beberapa waktu untuk memastikan tubuh sudah kenyang.
sumber : health.detik.com

Askep Trauma Capitis

I. Pengertian
Trauma merupakan penyebab utama kematian pada populasi dibawah umur 45 tahun dan merupakan penyebab kematian no. 4 pada seluruh populasi. Lebih dari 50% kematian disebabkan oleh cidera kepala. Kecelakaan kendaraan bermotor menrupakan penyebab cedera kepala pada lebih dari 2 juta orang setiap tahunnya, 75.000 orang meninggal dunia dan lebih dari 100.000 orang yang selamat akan mengalami disabilitas permanent (Judith M Wilkinson, 2007).
Sedangkan menurut Brunner & Suddarth (2000), trauma capitis adalah “gangguan traumatic yang menyebabkan gangguan fungsi otak disertai atau tanpa disertai perdarahan in testina dan tidak mengganggu jaringan otak tanpa disertai pendarahan in testina dan tidak mengganggu jaringan otak”
Tipe-Tipe Trauma :
  1. Trauma Kepala Terbuka:
Faktur linear daerah temporal menyebabkan pendarahan epidural, Faktur Fosa anterior dan hidung dan hematom faktur lonsitudinal. Menyebabkan kerusakan meatus auditorius internal dan eustachius.
  1. Trauma Kepala Tertutup:
Comosio Cerebri, yaitu trauma Kapitis ringan, pingsan + 10 menit, pusing dapat menyebabkan kerusakan struktur otak.
Contusio / memar, yaitu pendarahan kecil di jaringan otak akibat pecahnya pembuluh darah kapiler dapat menyebabkan edema otak dan peningkatan TIK.
Pendarahan Intrakranial, dapat menyebabkan penurunan kesadaran, Hematoma yang berkembang dalam kubah tengkorak akibat dari cedera otak. Hematoma disebut sebagai epidural, Subdural, atau Intra serebral tergantung pada lokasinya.
Ada berbagai klasifikasi yang di pakai dalam penentuan derajat kepala.
The Traumatic Coma Data Bank mendefinisakan berdasarkan skor Skala Koma Glasgow (cited in Mansjoer, dkk, 2000: 4):
  1. 1. Cidera kepala ringan/minor (kelompok resiko rendah)
  2. 2. Cidera kepala sedang (kelompok resiko sedang)
  • Skor skala koma Glasglow 15 (sadar penuh,atentif,dan orientatif)
  • Tidak ada kehilangan kesadaran(misalnya konkusi)
  • Tidak ada intoksikasi alkohaolatau obat terlarang
  • Pasien dapat mengeluh nyeri kepala dan pusing
  • Pasien dapat menderita abrasi,laserasi,atau hematoma kulit kepala
  • Tidak adanya kriteria cedera sedang-berat.
  • Skor skala koma glasgow 9-14 (konfusi, letargi atau stupor)
  • Konkusi
  • Amnesia pasca trauma
  • Muntah
  • Tanda kemungkinan fraktur kranium (tanda battle,mata rabun,hemotimpanum,otorhea atau rinorhea cairan serebrospinal).
  1. 3. Cidera kepala berat (kelompok resiko berat)
  • Skor skala koma glasglow 3-8 (koma)
  • Penurunan derajat kesadaran secara progresif
  • Tanda neurologis fokal
  • Cidera kepala penetrasi atau teraba fraktur depresikranium.
Menurut Keperawatan Klinis dengan pendekatan holistik (1995: 226):
  1. 1. Cidera kepala ringan /minor
  2. 2. Cidera kepala sedang
  3. 3. Cidera kepala berat
  • SKG 13-15
  • Dapat terjadi kehilangan kesadaran atau amnesia tetapi kurang dari 30 menit.Tidak ada fraktur tengkorak,tidak ada kontusio cerebral,dan hematoma.
  • SKG 9-12
  • Kehilangan kesadaran dan atau amnesia lebih dari 30 menit tetapi kurang dari 24 jam.Dapat mengalami fraktur tengkorak.
  • SKG 3-8
  • Kehilangan kesadaran dan atau terjadi amnesia lebih dari 24 jam,juga meliputi kontusio serebral,laserasi atau hematoma intrakranial.
Annegers ( 1998 ) membagi trauma kepala berdasarkan lama tak sadar dan lama amnesia pasca trauma yang di bagi menjadi :
  1. Cidera kepala ringan,apabila kehilangan kesadaran atau amnesia berlangsung kurang dari 30 menit.
  2. Cidera kepala sedang,apabila kehilangan kesadaran atau amnesia terjadi 30 menit sampai 24 jam atau adanya fraktur tengkorak.
  3. Cidera kepala berat,apabiula kehilangan kesadaran atau amnesia lebih dari 24 jam,perdarahan subdural dan kontusio serebri.
Arif mansjoer, dkk (2000) mengklasifikasikan cidera kepala berdasarakan mekanisme, keparahan dan morfologi cidera.
  1. 1. Mekanisme : berdasarkan adanya penetrasi durameter:
  • Trauma tumpul              : Kecepatan tinggi(tabrakan mobil).
: Kecepatan rendah(terjatuh,di pukul).
  • Trauma tembus(luka tembus peluru dan cidera tembus lainnya.
  1. 2. Keparahan cidera
  • Ringan             : Skala koma glasgow(GCS) 14-15.
  • Sedang             : GCS 9-13.
  • Berat                : GCS 3-8.
  1. 3. Morfologi
  • Fraktur tengkorak       : kranium: linear/stelatum; depresi/non depresi; terbuka/tertutup. Basis:dengan/tanpa kebocoran cairan serebrospinal, dengan/tanpa kelumpuhan nervus VII.
  • Lesi intrakranial           : Fokal: epidural, subdural, intraserebral. Difus: konkusi ringan, konkusi klasik, cidera difus.
Jenis-jenis cidera kepala (Suddarth, dkk, 2000, l2210-2213)
  1. Cidera kulit kepala. Cidera pada bagian ini banyak mengandung pembuluh darah, kulit kepala berdarah bila cidera dalam. Luka kulit kepala maupun tempat masuknya infeksi intrakranial. Trauma dapat menyebabkan abrasi, kontusio, laserasi atau avulsi.
  2. Fraktur tengkorak. Fraktur tengkorak adalah rusaknya kontinuitas tulang tengkorak di sebabkan oleh trauma. Adanya fraktur tengkorak biasanya dapat menimbulkan dampak tekanan yang kuat. Fraktur tengkorak diklasifikasikan terbuka dan tertutup. Bila fraktur terbuka maka dura rusak dan fraktur tertutup keadaan dura tidak rusak.
  3. Cidera Otak. Cidera otak serius dapat tejadi dengan atau tanpa fraktur tengkorak, setelah pukulan atau cidera pada kepala yang menimbulkan kontusio, laserasi dan hemoragi otak. Kerusakan tidak dapat pulih dan sel-sel mati dapat diakibatkan karena darah yang mengalir berhenti hanya beberapa menit saja dan kerusakan neuron tidak dapat mengalami regenerasi.
  4. Komosio. Komosio umumnya meliputi sebuah periode tidak sadarkan diri dalam waktu yang berakhir selama beberapa detik sampai beberapa menit. Komosio dipertimbangkan sebagai cidera kepala minor dan dianggap tanpa sekuele yang berarti. Pada pasien dengan komosio sering ada gangguan dan kadang efek residu dengan mencakup kurang perhatian, kesulitan memori dan gangguan dalam kebiasaan kerja.
  5. Kontusio. Kontusio serebral merupakan didera kepala berat, dimana otak mengalami memar, dengan kemungkinan adanya daerah haemoragi. Pasien tidak sadarkan dari, pasien terbaring dan kehilangan gerakkan, denyut nadi lemah, pernafsan dangkal, kulit dingin dan pucat, sering defekasi dan berkemih tanpa di sadari.
  6. Haemoragi intrakranial. Hematoma (pengumpulan darah) yang terjadi di dalam kubah kranial adalah akibat paling serius dari cidera kepala, efek utama adalah seringkali lambat sampai hematoma tersebut cukup besar untuk menyebabkan distorsi dan herniasi otak serta peningkatan TIK.
  7. Hematoma epidural (hamatoma ekstradural atau haemoragi). Setelah cidera kepala, darah berkumpul di dalam ruang epidural (ekstradural) diantara tengkorak dan dura. Keadaan ini karena fraktur tulang tengkorak yang menyebabkan arteri meningeal tengah putus /rusak (laserasi), dimana arteri ini berada di dura dan tengkorak daerah inferior menuju bagian tipis tulang temporal; haemoragi karena arteri ini menyebabkan penekanan pada otak.
  8. Hematoma sub dural. Hematoma sub dural adalah pengumpulan darah diantara dura dan dasar, suatu ruang yang pada keadaan normal diisi oleh cairan. Hematoma sub dural dapat terjadi akut, sub akut atau kronik. Tergantung ukuran pembuluh darah yang terkena dan jumlah perdarahan yang ada. Hematoma sub dural akut d hubungkan dengan cidera kepala mayor yang meliputi kontusio dan laserasi. Sedangkan Hematoma sub dural sub akut adalah sekuele kontusio sedikit berat dan di curigai pada pasien gangguan gagal meningkatkan kesadaran setelah trauma kepala. Dan Hematoma sub dural kronik dapat terjadi karena cidera kepala minor dan terjadi paling sering pada lansia.
  9. Haemoragi intraserebral dan hematoma. Hemoragi intraserebral adalah perdaraan ke dalam substansi otak. Haemoragi ini biasanya terjadi pada cidera kepala dimana tekanan mendesak ke kepala sampai daerah kecil (cidera peluru atau luka tembak; cidera kumpil).
  1. II. ETIOLOGI :
Cedera kepala dapat disebabkan oleh dua hal antara lain :
  • Benda Tajam. Trauma benda tajam dapat menyebabkan cedera setempat.
  • Benda Tumpul, dapat menyebabkan cedera seluruh kerusakan terjadi ketika energi/ kekuatan diteruskan kepada otak.
Kerusakan jaringan otak karena benda tumpul tergantung pada :
  • Lokasi.
  • Kekuatan.
  • Fraktur infeksi/ kompresi.
  • Rotasi.
  • Delarasi dan deselarasi
Mekanisme cedera kepala
  • Akselerasi, ketika benda yang sedang bergerak membentur kepala yang diam. Contoh : akibat pukulan lemparan..
  • Deselerasi. Contoh : kepala membentur aspal.
  • Deformitas. Dihubungkan dengan perubahan bentuk atau gangguan integritas bagan tubuh yang dipengaruhi oleh kekuatan pada tengkorak (Brunner and Suddarth, 2000).
III. PATOFISIOLOGI :
Otak dapat berfungsi dengan baik bila kebutuhan Oksigen dan Glukosa dapat terpenuhi. Energi yang dihasilkan didalam sel-sel saraf hampir seluruhnya melalui proses oksidasi. Otak tidak mempunyai cadangan oksigen, jadi kekurangan aliran darah ke otak walaupun sebentar akan menyebabkan gangguan fungsi. Demikian pula dengan kebutuhan oksigen sebagai bahan bakar metabolisme otak tidak boleh kurang dari 20 mg %, karena akan menimbulkan koma. Kebutuhan glukosa sebanyak 25 % dari seluruh kebutuhan glukosa tubuh, sehingga bila kadar glukosa plasma turun sampai 70 % akan terjadi gejala – gejala permulaan disfungsi cerebral.
Pada saat otak mengalami hipoksia, tubuh berusaha memenuhi kebutuhan oksigen melalui proses metabolik anaerob yang dapat menyebabkan dilatasi pembuluh darah. Pada kontusio berat, hipoksia atau kerusakan otak akan terjadi penimbunan asam laktat akibat metabolisme anaerob. Hal ini akan menyebabkan asidosis metabolik.Dalam keadaan normal cerebal blood flow (CBF) adalah 50–60 ml/menit/100gr jaringan otak, yang merupakan 15 % dari cardiac output.
Trauma kepala menyebabkan perubahan fungsi jantung sekuncup aktivitas atypical-myocardial, perubahan tekanan vaskuler dan udem paru. Perubahan otonom pada fungsi ventrikel adalah perubahan gelombang T dan P dan disritmia, fibrilasi atrium dan ventrikel, takikardia.
Akibat adanya perdarahan otak akan mempengaruhi tekanan vaskuler, dimana penurunan tekanan vaskuler menyebabkan pembuluh darah arteriol akan berkontraksi. Pengaruh persarafan simpatik dan parasimpatik pada pembuluh darah arteri dan arteriol otak tidak begitu besar (Sjamsuhidajat, R. dan Wim de Jong. 1998).
IV. TANDA DAN GEJALA :
Tanda dan gejala cedera kepala dapat dikelompokkan dalam 3 kategori utama  ( Hoffman, dkk, 1996):
  1. Tanda dan gejala fisik/somatik: nyeri kepala, dizziness, nausea, vomitus
  2. Tanda dan gejala kognitif: gangguan memori, gangguan perhatian dan berfikir kompleks
  3. Tanda dan gejala emosional/kepribadian: kecemasan, iritabilitas
Gambaran klinis secara umum pada trauma kapitis :
  • Pada kontusio segera terjadi kehilangan kesadaran.
  • Pola pernafasan secara progresif menjadi abnormal.
  • Respon pupil mungkn lenyap.
  • Nyeri kepala dapat muncul segera/bertahap seiring dengan peningkatan TIK.
  • Dapat timbul mual-muntah akibat peningkatan tekanan intrakranial.
  • Perubahan perilaku kognitif dan perubahan fisik pada berbicara dan gerakan motorik dapat timbul segera atau secara lambat.
  1. V. PEMERIKSAAN DIANOSTIK :
  1. CT –Scan : mengidentifikasi adanya sol, hemoragi menentukan ukuran ventrikel pergeseran cairan otak.
  2. MRI : sama dengan CT –Scan dengan atau tanpa kontraks.
  3. Angiografi Serebral : menunjukkan kelainan sirkulasi serebral seperti pergeseran jaringan otak akibat edema, perdarahan dan trauma.
  4. EEG : memperlihatkan keberadaan/ perkembangan gelombang.
  5. Sinar X : mendeteksi adanya perubahan struktur tulang (faktur pergeseran struktur dan garis tengah (karena perdarahan edema dan adanya frakmen tulang).
  6. BAER (Brain Eauditory Evoked) : menentukan fungsi dari kortek dan batang otak..
  7. PET (Pesikon Emission Tomografi) : menunjukkan aktivitas metabolisme pada otak.
  8. Pungsi Lumbal CSS : dapat menduga adanya perdarahan subaractinoid.
  9. Kimia/elektrolit darah : mengetahui ketidakseimbangan yang berpengaruh dalam peningkatan TIK.
  10. GDA (Gas Darah Arteri) : mengetahui adanya masalah ventilasi atau oksigenasi yang akan dapat meningkatkan TIK.
  11. Pemeriksaan toksitologi : mendeteksi obat yang mungkin bertanggung jawab terhadap penurunan kesadaran.
  12. Kadar antikonvulsan darah : dapat dilakukan untuk mengetahui tingkat terapi yang cukup efektif untuk mengatasi kejang.
VI. KOMPLIKASI :
  1. Kebocoran cairan serebrospinal akibat fraktur pada fossa anterior dekat sinus frontal atau dari fraktur tengkorak bagian petrous dari tulang temporal.
  2. Kejang. Kejang pasca trauma dapat terjadi segera (dalam 24 jam pertama dini, minggu pertama) atau lanjut (setelah satu minggu).
  3. Diabetes Insipidus, disebabkan oleh kerusakan traumatic pada rangkai hipofisis meyulitkan penghentian sekresi hormone antidiupetik.
  1. VII. PENATALAKSANAAN :
Penatalaksanaan medik cedera kepala yang utama adalah mencegah terjadinya cedera otak sekunder. Cedera otak sekunder disebabkan oleh faktor sistemik seperti hipotesis atau hipoksia atau oleh karena kompresi jaringan otak (Tunner, 2000). Pengatasan nyeri yang adekuat juga direkomendasikan pada pendertia cedera kepala (Turner, 2000).
Penatalaksanaan umum adalah sebagai berikut :
  • Nilai fungsi saluran nafas dan respirasi.
  • Stabilisasi vertebrata servikalis pada semua kasus trauma.
  • Berikan oksigenasi.
  • Awasi tekanan darah.
  • Kenali tanda-tanda shock akibat hipovelemik atau neuregenik.
  • Atasi shock.
  • Awasi kemungkinan munculnya kejang.
Penatalaksanaan lainnya:
  • Dexamethason/kalmethason sebagai pengobatan anti edema serebral, dosis sesuai dengan berat ringannya trauma.
  • Therapi hiperventilasi (trauma kepala berat). Untuk mengurangi vasodilatasi.
  • Pemberian analgetika
  • Pengobatan anti oedema dengan larutan hipertonis yaitu manitol 20% atau glukosa 40 % atau gliserol 10 %.
  • Antibiotika yang mengandung barrier darah otak (penisilin).
  • Makanan atau cairan. Pada trauma ringan bila terjadi muntah-muntah tidak dapat diberikan apa-apa, hanya cairan infus dextrosa 5% , aminofusin, aminofel (18 jam pertama dan terjadinya kecelakaan), 2-3 hari kemudian diberikana makanan lunak.
  • Pada trauma berat, hari-hari pertama (2-3 hari), tidak terlalu banyak cairan. Dextrosa 5% untuk 8 jam pertama, ringer dextrose untuk 8 jam kedua dan dextrosa 5% untuk 8 jam ketiga. Pada hari selanjutnya bila kesadaran rendah, makanan diberikan melalui ngt (2500-3000 tktp). Pemberian protein tergantung nilai urea N.
Tindakan terhadap peningktatan TIK :
  • Pemantauan TIK dengan ketat.
  • Oksigenisasi adekuat.
  • Pemberian manitol.
  • Penggunaan steroid.
  • Peningkatan kepala tempat tidur.
  • Bedah neuro.
Tindakan pendukung lain :
  • dukungan ventilasi.
  • Pencegahan kejang.
  • Pemeliharaan cairan, elektrolit dan keseimbangan nutrisi.
  • Terapi anti konvulsan.
  • Klorpromazin untuk menenangkan pasien.
  • Pemasangan selang nasogastrik (Arif Mansjoer, dkk, 2000).
PENGKAJIAN KEPERAWATAN :
Data tergantung pada tipe, lokasi dan keparahan cedera dan mungkin diperlukan oleh cedera tambahan pada organ-organ vital.
Aktivitas/ Istirahat
Gejala  :   Merasa lemah, lelah, kaku, hilang keseimbangan.
Tanda     : Perubahan kesehatan, letargi, Hemiparase, quadrepelgia, Ataksia cara berjalan tak tegap, Masalah dalam keseimbangan, Cedera (trauma) ortopedi, Kehilangan tonus otot, otot spastic.
Sirkulasi
Gejala    :   Perubahan darah atau normal (hipertensi), Perubahan frekuensi jantung (bradikardia, takikardia yang diselingi bradikardia disritmia).
Integritas Ego
Gejala    :   Perubahan tingkah laku atau kepribadian (tenang atau dramatis)
Tanda    :   Cemas, mudah tersinggung, delirium, agitasi, bingung depresi dan impulsif.
Eliminasi
Gejala    :   Inkontenensia kandung kemih/ usus atau mengalami gngguan fungsi.
Makanan/ cairan
Gejala    :   Mual, muntah dan mengalami perubahan selera.
Tanda    :   Muntah (mungkin proyektil), Gangguan menelan (batuk, air liur keluar, disfagia).
Neurosensoris
Gejala    :   Kehilangan kesadaran sementara, amnesia seputar kejadian, vertigo, sinkope, tinitus kehilangan pendengaran, fingking, baal pada ekstremitas.
Tanda    :   Perubahan kesadaran bisa sampai koma, Perubahan status mental, Perubahan pupil (respon terhadap cahaya, simetri, Wajah tidak simetris, Genggaman lemah, tidak seimbang, Refleks tendon dalam tidak ada atau lemah, Apraksia, hemiparese, Quadreplegia
Nyeri/ Kenyamanan
Gejala  :   Sakit kepala dengan intensitas dan lokasi yang berbeda biasanya koma.
Tanda   :   Wajah menyeringai, respon menarik pada rangangan nyeri yang hebat, gelisah tidak bisa beristirahat, merintih.
Pernapasan
Tanda    :   Perubahan pola nafas (apnea yang diselingi oleh hiperventilasi). Nafas berbunyi stridor, terdesak, Ronki, mengi positif.
Keamanan
Gejala    :   Trauma baru/ trauma karena kecelakaan
Tanda    :   Fraktur/ dislokasi, Gangguan penglihatan, Gangguan kognitif, Gangguan rentang gerak, tonus otot hilang, kekutan secara umum mengalami paralisis, Demam, gangguan dalam regulasi suhu tubuh
Interaksi Sosial
Tanda    :   Afasia motorik atau sensorik, bicara tanpa arti, bicara berulang-ulang.

DIAGNOSA KEPERAWATAN :
  1. Perfusi jaringan serebral tidak efektif b/d interupsi aliran darah
  2. Resiko terhadap ketidakefektifan pola nafas b/d kerusakan neurovaskuler, kerusakan persepsi atau kognitif, obstruksi trakeo bronkial
  3. Perubahan persepsi sensori  b/d perubahan resepsi sensori, transmisi.
  4. Perubahan proses pikir b/d perubahan fisiologis, konflik psikologis.
  5. Kerusakan mobilitas fisik b/d kerusakan persepsi atau kognitif, penurunan kekuatan.
  6. Resiko infeksi b/d jaringan trauma, penurunan kerja silia, kekurangan nutrisi, respon inflamasi tertekan.
RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN :
  1. Perubahan perfusi jaringan serebral berhubungan dengan penghentian aliran darah (hemoragi, hematoma); edema cerebral; penurunan TD sistemik/hipoksia (hipovolemia, disritmia jantung)
Tujuan: Mempertahankan tingkat kesadaran biasa/perbaikan, kognisi, dan fungsi motorik/sensorik.
Kriteria hasil: Tanda vital stabil dan tidak ada tanda-tanda peningkatan TIK
Rencana Tindakan :
  • Tentukan faktor-faktor yg menyebabkan koma/penurunan perfusi jaringan otak dan potensial peningkatan TIK.
  • Pantau /catat status neurologis secara teratur dan bandingkan dengan nilai standar GCS.
  • Evaluasi keadaan pupil, ukuran, kesamaan antara kiri dan kanan, reaksi terhadap cahaya.
  • Pantau tanda-tanda vital: TD, nadi, frekuensi nafas, suhu.
  • Pantau intake dan out put, turgor kulit dan membran mukosa.
  • Turunkan stimulasi eksternal dan berikan kenyamanan, seperti lingkungan yang tenang.
  • Bantu pasien untuk menghindari /membatasi batuk, muntah, mengejan.
  • Tinggikan kepala pasien 15-45 derajad sesuai indikasi/yang dapat ditoleransi.
  • Batasi pemberian cairan sesuai indikasi.
  • Berikan oksigen tambahan sesuai indikasi.
  • Berikan obat sesuai indikasi, misal: diuretik, steroid, antikonvulsan, analgetik, sedatif, antipiretik.
  1. Resiko tinggi pola napas tidak efektif berhubungan dengan kerusakan neurovaskuler (cedera pada pusat pernapasan otak). Kerusakan persepsi atau kognitif. Obstruksi trakeobronkhial.
Tujuan: mempertahankan pola pernapasan efektif.
Kriteria evaluasi: bebas sianosis, GDA dalam batas normal.
Rencana tindakan :
  • Pantau frekuensi, irama, kedalaman pernapasan. Catat ketidakteraturan pernapasan.
  • Pantau dan catat kompetensi reflek gag/menelan dan kemampuan pasien untuk melindungi jalan napas sendiri. Pasang jalan napas sesuai indikasi.
  • Angkat kepala tempat tidur sesuai aturannya, posisi miirng sesuai indikasi.
  • Anjurkan pasien untuk melakukan napas dalam yang efektif bila pasien sadar.
  • Lakukan penghisapan dengan ekstra hati-hati, jangan lebih dari 10-15 detik. Catat karakter, warna dan kekeruhan dari sekret.
  • Auskultasi suara napas, perhatikan daerah hipoventilasi dan adanya suara tambahan yang tidak normal misal: ronkhi, wheezing, krekel.
  • Pantau analisa gas darah, tekanan oksimetri.
  • Lakukan rontgen thoraks ulang.
  • Berikan oksigenasi.
  • Lakukan fisioterapi dada jika ada indikasi.
  1. Resiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan jaringan trauma, kulit rusak, prosedur invasif. Penurunan kerja silia, stasis cairan tubuh. Kekurangan nutrisi. Respon inflamasi tertekan (penggunaan steroid). Perubahan integritas sistem tertutup (kebocoran CSS).
Tujuan: Mempertahankan normotermia, bebas tanda-tanda infeksi.
Kriteria evaluasi: Mencapai penyembuhan luka tepat waktu.
Rencana tindakan :
  • Berikan perawatan aseptik dan antiseptik, pertahankan tehnik cuci tangan yang baik.
  • Observasi daerah kulit yang mengalami kerusakan, daerah yang terpasang alat invasi, catat karakteristik dari drainase dan adanya inflamasi.
  • Pantau suhu tubuh secara teratur, catat adanya demam, menggigil, diaforesis dan perubahan fungsi mental (penurunan kesadaran).
  • Anjurkan untuk melakukan napas dalam, latihan pengeluaran sekret paru secara terus menerus. Observasi karakteristik sputum.
  • Berikan antibiotik sesuai indikasi.
  1. Kerusakan mobilitas fisik berhubungan dengan kerusakan persepsi atau kognitif. Penurunan kekuatan/tahanan. Terapi pembatasan /kewaspadaan keamanan, misal: tirah baring, imobilisasi.
Tujuan : Klien merasa nyaman.
Kriteria hasil : Klien akan melaporkan peningkatan kekuatan/ tahanan dan menyebutkan makanan yang harus dihindari.
Rencana tindakan :
  • Dorong klien untuk berbaring dalam posisi terlentang dengan bantalan penghangat diatas abdomen.
Rasional : tindakan ini meningkatkan relaksasi otot GI dan mengurangi tenaga selama perawatan dan saat klien lemah.
  • Singkirkan pemandangan yang tidak menyenagkan dan bau yang tidak sedap dari lingkungan klien.
Rasional : pemandangan yang tidak menyenagkan atau bau yang tidak sedap merangsang pusat muntah.
  • Dorong masukan jumlah kecil dan sering dari cairan jernih (misal :teh encer, air jahe, agar-agar, air) 30-60 ml tiap ½ -2 jam.
Rasional : cairan dalam jumlah yang kecil cairan tidak akan terdesak area gastrik dan dengan demikian tidak memperberat gejala.
  • Instruksikan klien untuk menghindari hal ini : Cairan yang panas dan dingin, Makanan yang mengandung serat dan lemak (misal; susu, buah), Kafein.
Rasional : Cairan yang dingin merangsang kram abdomen; cairan panas merangsang peristaltik; lemak juga merangsang peristaltik dan kafein merangsang motilitas usus.
  • Lindungi area perianal dari iritasi.
Rasional : sering BAB dengan penigkatan keasaman dapat mengiritasi kulit perianal.
  1. Resiko tinggi terhadap perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan perubahan kemampuan untuk mencerna nutrien (penurunan tingkat kesadaran). Kelemahan otot yang diperlukan untuk mengunyah, menelan. Status hipermetabolik.
Tujuan : Intake nutrisi meningkat, Keseimbangan cairan dan elektrolit., Berat badan stabil, Torgor kulit dan membran mukosa membaik, Membantu keluarga dalam memenuhi kebutuhan nutrisi diberikan per oral, Keluarga mampu menyebutkan pantangan yang tidak boleh dimakan, yaitu makan rendah garam dan rendah lemak.
Kriteria hasil : Klien dapat mengatakan kondisinya sudah mulai membaik dan tidak lemas lagi. Klien diberikan rentang skala (1-10).
  • Mengkaji keadaan nutrisi untuk mengetahui intake nutrisi klien.
  • Kaji faktor penyebab perubahan nutrisi (klien tidak nafsu makan, klien kurang makan makanan yang bergizi, keadaan klien lemah dan banyak mengeluarkan keringat).
  • Kolaborasi dengan tim gizi tentang pemberian mekanan yang sesuai dengan program diet (rendah garam dan rendah lemak).
  • Membantu keluarga dalam memberikan asupan makanan peroral dan menyarankan klien untuk menghindari makanan yang berpantangan dengan penyakitnya.
  • Membantu memberikan vitamin dan mineral sesuai program.
  • Kolaborasi dengan Tim dokter dalam pemberian Transfusi Infus RD 5% 1500 cc/24 jam dan NaCl.

DAFTAR PUSTAKA
Brunner and Suddarth, 2000. Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta : EGC.
Guyton dan Hall. 1996. Fisiologi Kedokteran Edisi 9. Jakarta : EGC.
Marlyn E Doengoes. 2000. Rencana Asuhan Keperawatan. Jakarta : EGC.
Judith M Wilkinson, 2007, Buku Saku Daignosis Keperawatan: dengan intervensi NIC dan Kriteria Hasil NOC, EGC., Jakarta.
Arif Mansjoer, dkk, 2000, Kapita Selekta Kedokteran, Media Aesculapius., Jakarta.
Sjamsuhidajat, R. dan Wim de Jong. 1998. Buku Ajar Imu Bedah, Edisi revisi. EGC : Jakarta

Overview of Arthritis and Traditional Remedy for Treating

Joint disease, or better known as arthritis can affect men and women of all ages. However, rheumatic attack more elderly group. There are a wide range of conditions that are generally expressed as rheumatism. Based on the target rasasakit attacks, arthritis can be divided into rheumatic arthritis includes rheumatoid arthritis yana, rtritis gout, and osteoarthritis, and rheumatoid arthritis that attacked outside as fibrositis.

  • Rheumatoid arthritis, or better known as gout are inflammation in the joints due to the accumulation of uric acid in the joints.
  • Gout arthritis is an inflammation of the joints due to the accumulation of uric acid in the joints.
  • Osteoarthritis is a joint disease because of the aging process is accompanied by abnormalities in the bone adjacent to each other.
  • Fibrositis is the pain and soreness in muscles caused by external factors, especially weather
There are several risk factors that affect the appearance of arthritis, such as an infection causing inflammation of the joints. Posture is wrong in doing the work, the stress that is accompanied by fatigue, blood that is too much burdened with waste, and which is not smooth blood circulation can also affect the appearance of arthritis.

Common symptoms that occur in this disease melipiti fatigue, stiff joints, pain in the limbs, especially when it is moved, muscle tension, inflammation and swelling in the joints, and muscular weakness. These symptoms can be reduced by regular exercise and appropriate.

There are some traditional ingredients that can improve the metabolic processes in the body so as to reduce or treat the disease. For example, the following ingredients:

Material:
  • 10 grains pimento
  • 10 grains of pepper
  • 30 grams of leaves of young starfruit wuluh
  • Vinegar to taste
  • 1 cup water
Method:

Cloves, pepper, and starfruit leaves wuluh nuda washed with clean water, if necessary, cut into small pieces. Then boiled together with 1 cup water and vinegar to boil for 15 minutes. Once cool, strain the ingredients and the resulting liquid is applied to the sore spot. Do it when there is pain or deemed necessary.

Hopefully this article useful.

8 Hal Yang Perlu Dihindari Penderita Maag

Sakit maag adalah gangguan pada lambung yang diakibatkan oleh peradangan peda lambung itu sendiri. Maag jika tidak cepat diatasi akan menimbulkan masalah yang sangat serius dan bisa mengganggu organ lainya. Maag juga sangat sensitif terhadap beberapa sumbermakanan yang dapat memicu kambuhnya maag.
Ada beberapa tahap dalam penyakit maag 1. Maag ringan 2. Maag sedang 3. Maag kronis 4. Kanker lambung
Berikut hal yang harus dihindari oleh penderita maag, biasanya penyebabnya seperti berikut ini:
1. Obat rematik. Obat ini kadang-kadang membuat penderita maag tidak merasakan nyeri, tapi ternyata kondisi lambungnya sudah parah.
2. Asap Rokok. Asap dari rokok akan membuat lambung terasa penuh, sehingga penderita tidak merasa lapar.
3. Minum Kopi. Minuman ini dapat meningkatkan asam lambung.
4. Makanan seperti coklat dan keju. Karena makanan tersebut menyebabkan pengosongan lambung menjadi kurang baik.
5. Makanan yang pedas dan masam yang merangsang lambung, seperti cabe, sambal, jeruk.
6. Sayur-sayuran seperti kol dan sawi karena memproduksi gas. Juga buah nangka, kedondong, dan buah-buahan yang dikeringkan.
7. Soda
8. Stres
Penderita maag harus membiasakan makan yang teratur. Misalnya, jika hari pertama makan jam delapan pagi, usahakan hari berikutnya juga makan jam delapan pagi. Demikian juga dengan makan siang dan malam. Sehingga lambung menerima makanan di waktu-waktu tertentu.
ImageKapan Pergi Dokter?Saat penderita maag sudah mengonsumsi obat-obatan dia harus ke dokter, jika sakit lambungnya tidak sembuh-sembuh. Menggunakan obat-obatan di pasaran batasnya biasanya tiga hari. Jika tidak ada tanda-tanda kesembuhan setelah tiga hari, maka harus memeriksakan diri ke dokter. Tanda-tanda penting yang dapat diperhatikan adalah jika buang air besar berwarna hitam, muntah-muntah hebat, pucat yang tidak diketahui sebabnya, serta berat badan turun.

How to Reduce Stress

You stressed at the thought of office work that has accumulated? Or because of the high cost of living, while increasing your salary is not comparable with soaring food prices? Or because of the high cost of education of your children? Well, to reduce stress in the following ways this might help you:
  1. Listen to musi
  2. Laugh as often as possible by looking at books, movies and people who can make you laugh
  3. Consider having pets. 
  4. Massage, because massage can make you relaxed and refreshed
  5. Try to walk for 20-30 minutes every day. 
  6. Learning to communicate with people better. 
  7. Realize that you can never please setiaqp people and you can not possibly give every other person wants from you
  8. Rest assured that your plan realistic goals for yourself
  9. Schedule your time realistically.
  10. Eat regularly.
  11. Start your day by saying something good for yourself.
  12. Be assured that what you do every day diprehitungkan. Enjoy the time and stop living for tomorrow to devote attention to breathing, walking, and eating.
  13. Take a few moments to calm down.
  14. Always talk to someone if you have a problem you can not solve it.
  15. Before bed, Stare at the sky and think about who created.
Hopefully useful.
Source: Health Plus

Cara Mengobati Wasir Stadium 3 dengan Daun Wungu, Sambang Darah, Komprey, dan Pegagan

Wasir stadium ketiga ditandai dengan mulai terjadi perdarahan dan keluar benjolan yang disertai rasa sakit dan benjolan tersebut harus didorong untuk memasukkannya. Benjolan dari wasir tersebut mulai mengganggu aktivitas karena sering kelur meskipun ukurannya masih sebesar jari kelingking.
Untuk mengatasinya, gunakanlah ramuan yang berasal dari daun wungu, sambang darah, komprey, dan pegagan.
Bahan:
  • 30 gram daun wungu
  • 15 gram sambang darah
  • 15 gram komprey
  • 15 gram pegagan
Cara mengolah ramuan:
  1. Campurkan semua bahan.
  2. Tambahkan 4 grelas belimbing air bersih.
  3. Rebus dengan api kecil hingga air tersisa 2 gelas.
  4. Angkat, saring hasil rebusan tersebut.
  5. Minum pagi dan sore hari.
Selamat mencoba, semoga lekas sembuh!

Sumber: Herbal Penyembuh Wasir dan Kanker Prostat (Joko Suryo)

Musik Klasik Baik Untuk Bayi

Siapa bilang bayi yang baru lahir tidak bisa menikmati musik? Musik tenyata bisa membuat bayi lebih nyaman dan tenang, Hal ini dilakukan oleh sebuah klinik di Slovakia. Metede ini dilakukan saat sang baya harus terpisah dari ibunya yang harus menjalani pengobata lantaran terserang penyakit.
ImageUntuk mendengarkan musik itu, kepala bayi yang mungil dipasang headphone berukuran normal. Mereka diperdengarkan musik klasik Mozart atau Vivaldi di bangsal bersalin di rumah sakit Kosice-Saca itu.
Saat kunjungan ke klinik itu baru-baru ini, pimpinan klinik, Dr Slavka Viragova mengatakan musik berfungsi sebagai pengganti suara ibu mereka, membantu bayi bernapas teratur dan menjaga detak jantung.
Viragova yang memperkenalkan metode musik ini, mengklaim musik Mozart membantu bayi mengingat kembali ibu mereka ketika tidak bersamanya.
“Trauma kelahiran menimbulkan stres sangat besar pada bayi. Terapi musik membantu bayi untuk menambah berat, membebaskan dari stres dan mengatasi rasa sakit,” ujar Viragova seperti dilansir Daily Mail, Ahad, 22 Mei 2011.
Bayi mendengarkan musik yang menenangkan 5-6 kali sehari, dari musik Mozart hingga suara alam. Perawat juga menggunakan metode itu untuk bayi prematur guna menstabilkan pernapasan mereka.

Bermacam Manfaat Jalan Kaki

Berat badan stabil. Ternyata dengan membiasakan berjalan kaki rutin, laju metabolisme tubuh ditingkatkan. Selain sejumlah kalori terbuang oleh aktivitas berjalan kaki, kelebihan kalori yang mungkin ada akan terbakar oleh meningkatnya metabolisme tubuh, sehingga kenaikan berat badan tidak terjadi.
Menurunkan berat badan.
Ya, selain berat badan dipertahankan stabil, mereka yang mulai kelebihan berat badan, bisa diturunkan dengan melakukan kegiatan berjalan kaki tergopoh-gopoh itu secara rutin. Kelebihan gajih di bawah kulit akan dibakar bila rajin melakukan kegiatan berjalan kaki cukup laju paling kurang satu jam.
ImageSerangan Jantung.
Pertama-tama tentu menekan risiko serangan jantung. Kita tahu otot jantung membutuhkan aliran darah lebih deras (dari pembuluh koroner yang memberinya makan) agar bugar dan berfungsi normal memompakan darah tanpa henti. Untuk itu, otot jantung membutuhkan aliran darah yang lebih deras dan lancar. Berjalan kaki tergopoh-gopoh memperderas aliran darah ke dalam koroner jantung. Dengan demikian kecukupan oksigen otot jantung terpenuhi dan otot jantung terjaga untuk bisa tetap cukup berdegup.
Bukan hanya itu. Kelenturan pembuluh darah arteri tubuh yang terlatih menguncup dan mengembang akan terbantu oleh mengejangnya otot-otot tubuh yang berada di sekitar dinding pembuluh darah sewaktu melakukan kegiatan berjalan kaki tergopoh-gopoh itu. Hasil akhirnya, tekanan darah cenderung menjadi lebih rendah, perlengketan antarsel darah yang bisa berakibat gumpalan bekuan darah penyumbat pembuluh juga akan berkurang.
Lebih dari itu, kolesterol baik (HDL) yang bekerja sebagai spons penyerap kolesterol jahat (LDL) akan meningkat dengan berjalan kaki tergopoh-gopoh. Tidak banyak cara di luar obat yang dapat meningkatkan kadar HDL selain dengan bergerak badan. Berjalan kaki tergopoh-gopoh tercatat mampu menurunkan risiko serangan jantung menjadi tinggal separuhnya.
Stroke. Kendati manfaat berjalan kaki tergopoh-gopoh terhadap stroke pengaruhnya belum senyata terhadap serangan jantung koroner, beberapa studi menunjukkan hasil yang menggembirakan. Tengok saja bukti alami nenek-moyang kita yang lebih banyak melakukan kegiatan berjalan kaki setiap hari, kasus stroke zaman dulu tidak sebanyak sekarang. Salah satu studi terhadap 70 ribu perawat (Harvard School of Public Health) yang dalam bekerja tercatat melakukan kegiatan berjalan kaki sebanyak 20 jam dalam seminggu, risiko mereka terserang stroke menurun duapertiga.
Mencegah kencing manis. Ya, dengan membiasakan berjalan kaki melaju sekitar 6 km per jam, waktu tempuh sekitar 50 menit, ternyata dapat menunda atau mencegah berkembangnya diabetes Tipe 2, khususnya pada mereka yang bertubuh gemuk (National Institute of Diabetes and Gigesive & Kidney Diseases).
Sebagaimana kita tahu bahwa kasus diabetes yang bisa diatasi tanpa perlu minum obat, bisa dilakukan dengan memilih gerak badan rutin berkala. Selama gula darah bisa terkontrol hanya dengan cara bergerak badan (brisk walking), obat tidak diperlukan. Itu berarti bahwa berjalan kaki tergopoh-gopoh sama manfaatnya dengan obat antidiabetes.
Mencegah osteoporosis. Betul. Dengan gerak badan dan berjalan kaki cepat, bukan saja otot-otot badan yang diperkokoh, melainkan tulang-belulang juga. Untuk metabolisme kalsium, bergerak badan diperlukan juga, selain butuh paparan cahaya matahari pagi. Tak cukup ekstra kalsium dan vitamin D saja untuk mencegah atau memperlambat proses osteoporosis. Tubuh juga membutuhkan gerak badan dan memerlukan waktu paling kurang 15 menit terpapar matahari pagi agar terbebas dari ancaman osteoporosis.
Mereka yang melakukan gerak badan sejak muda, dan cukup mengonsumsi kalsium, sampai usia 70 tahun diperkirakan masih bisa terbebas dari ancaman pengeroposan tulang.
Meredakan encok lutut.
Lebih sepertiga orang usia lanjut di Amerika mengalami encok lutut (osteoarthiris). Dengan membiasakan diri berjalan kaki cepat atau memilih berjalan di dalam kolam renang, keluhan nyeri encok lutut bisa mereda. Untuk mereka yang mengidap encok lutut, kegiatan berjalan kaki perlu dilakukan berselang-seling, tidak setiap hari. Tujuannya untuk memberi kesempatan kepada sendi untuk memulihkan diri.
Satu hal yang perlu diingat bagi pengidap encok tungkai atau kaki: jangan keliru memilih sepatu olahraga. Kita tahu, dengan semakin bertambahnya usia, ruang sendi semakin sempit, lapisan rawan sendi kian menipis, dan cairan ruang sendi sudah susut. Kondisi sendi yang sudah seperti itu perlu dijaga dan dilindungi agar tidak mengalami goncangan yang berat oleh beban bobot tubuh, terlebih pada yang gemuk.
Bila bantalan (sol) sepatu olahraganya kurang empuk, sepatu gagal berperan sebagai peredam goncangan (shock absorber). Itu berarti sendi tetap mengalami beban goncangan berat selama berjalan, apalagi bila berlari atau melompat. Hal ini yang memperburuk kondisi sendi, lalu mencetuskan serangan nyeri sendi atau menimbulkan penyakit sendi pada mereka yang berisiko terkena gangguan sendi.
Munculnya nyeri sendi sehabis melakukan kegiatan berjalan kaki, bisa jadi lantaran keliru memilih jenis sepatu olahraga. Sepatu bermerek menentukan kualitas bantalannya, selain kesesuaian anatomi kaki. Kebiasaan berjalan kaki tanpa alas kaki, bahkan di dalam rumah sekalipun, bisa memperburuk kondisi sendi-sendi tungkai dan kaki, akibat beban dan goncangan yang harus dipikul oleh sendi.
Depresi. Ternyata bergerak badan dengan berjalan kaki cepat juga membantu pasien dengan status depresi. Berjalan kaki tergopoh-gopoh bisa menggantikan obat antidepresan yang harus diminum rutin. Studi ihwal terbebas dari depresi dengan berjalan kaki sudah dikerjakan lebih 10 tahun.
Kanker.Kanker juga dapat dibatalkan muncul bila kita rajin berjalan kaki, setidaknya jenis kanker usus besar (colorectal carcinoma). Kita tahu, bergerak badan ikut melancarkan peristaltik usus, sehingga buang air besar lebih tertib. Kanker usus dicetuskan pula oleh tertahannya tinja lebih lama di saluran pencernaan. Studi lain juga menyebutkan peran berjalan kaki terhadap kemungkinan penurunan risiko terkena kanker payudara.

7 Cara Menghilangkan Jerawat Secara Alami

Jerawat adalah musuh utama para remaja yang ingin tampil menarik. Cara menghilangkan jerawat mungkin akan menjadi tips yang seringkali dicari oleh mereka yang ingin wajahnya bersih tanpa jerawat dengan cara alami. Setiap kita memang seringkali jengkel dengan hadirnya jerawat dan komedo yang menyerang wajah cantik dan ganteng kita tanpa belas kasihan. Terkadang jerawat tumbuh di hidung, pipi, dahi, bahkan leher kita. Sudah banyak metode, obat maupun terapi wajah yang gagal mengusir jerawat dari muka kita. Tampil ingin gaya malah menjadi mati gaya gara-gara jerawat dan komedo.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa keberadaan jerawat (terutama di wajah) akan sangat berpengaruh terhadap rasa percaya diri. Maka dari itu setiap orang yang berjerawat pasti akan mati-matian berusaha agar makhluk bernama jerawat itu dapat segera dienyahkan dari wajah ataupun bagian tubuh lainnya.
index
Bagi mereka yang berdompet tebal, mungkin menghilangkan jerawat bukan masalah yang sulit. Tinggal pergi ke salon perawatan kulit yang mahal, ikuti terapinya, gunakan produknya, selesai deh. Tapi bagaimana dengan mereka yang berdompet tipis(seperti saya ini misalnya) Apakah tidak ada harapan untuk menghilangkan jerawat dengan biaya yang murah?
Karena itu aku ingin sekali memberikan beberapa tips yang mungkin bisa anda jadikan sebagai penawarnya, agar kita bebas dari bintang merah yang terang di muka (Bumi)kita ini, tips alami yang murah meriah ini sangat gampang untuk di aplikasikan. Cara menghilangkan jerawat secara alami ini aku dapatkan dari teman-teman dan pengalaman hidup serta sedikit tambahan dari ibu yang telah dipercaya hasiatnya oleh nenek moyang kita terdahulu.
Cara Menghilangkan Jerawat Secara Alami
1. Yang sudah tidak asing lagi yaitu Lemon/Jeruk Nipis + Air Mawar.
Lemon, jeruk nipis dan buah-buah sebangsanya mengandung citric acid yang sangat kaya, dimana citric acid ini sangat baik untuk memindahkan sel-sel kulit yang mati yang bisa menyebabkan jerawat. Caranya yaitu dengan mencampurkan jus/perasan lemon dengan air mawar kemudian oleskan di wajah dan biarkan selama 10-15 menit. Setelah itu bilas dengan air hangat. Penerapan terapi ini secara rutin dan konsisten selama 15 hari akan memberikan hasil yang cukup luar biasa gunakan dan lihatlah apa yang terjadi(sudah banyak yang membuktikan, termasuk saya).

2. Putih Telur
Caranya yaitu, pisahkan kuning telur dan ambil putih telurnya saja. Kocok sebentar lalu oleskan ke wajah dan diamkan selama 15 menit. Putih telur ini akan membantu mengurangi minyak di wajah yang seringkali menyebabkan timbulnya jerawat.

3. Pasta Gigi
Satu hal yang perlu diingat disini pasta gigi yang digunakan adalah yang bentuknya pasta(seperti Pepsodent) bukan yang bentuknya gel(seperti Close Up). Caranya hampir sama denga kedua cara di atas. Oleskan pasta gigi ke jerawat dan bagian lain di sekitar jerawat tersebut sebelum tidur. Biarkan semalaman/sampai pagi kemudian bilas dengan air bersih.

4. Tomat
Buah yang satu ini selain bagus untuk kesehatan mata juga cukup efektif menghilangkan komedo hitam(blackheads). Yang pertama harus dilakukan adalah mengiris tomat menjadi dua lalu oleskan ke seluruh wajah yang berjerawat dan biarkan selama 15 menit – 1 jam kemudian bilas. dan makanlah untuk perawatan dari dalam.

5. Lidah Buaya
Perhatian jangan gunakan lidah yang asli dari mulut buaya, he,, Ambil satu daun lidah buaya, potong beberapa bagian, kelupas kulit luarnya, oleskan di bagian yang muncul jerawat, dan ulangi melakukan cara ini tiap pagi dan sore. Jika kalian cukup telaten, jerawat mungkin akan dapat mongering dan mengelupas selama 3 hari. Selain itu lidah buaya juga mampu menghilangkan bekas jerawat yang membandel. Sekali lagi kuncinya hanya satu, telaten.!!

6. Bawang Putih
Ada dua pilihan dalam menggunakan bawang putih untuk menghilangkan jerawat. Pertama dengan menumbuk dua atau lebih bawang putih hingga cukup halus lalu dioleskan ke bagian wajah yang berjerawat. Diamkan selama 10 menit lalu bilas. Sedangkan cara kedua adalah dengan memakan satu atau lebih bawang putih setiap hari.
Banyak yang mengatakan kedua cara ini cukup efekktif, namun bagi kalian yang tidak menyukai bau bawang putih mungkin lebih baik menempuh cara yang lain. Jangan khawatir masih banyak cara alami lainnya yang akan saya jelaskan di bawah ini.

7. Selalu Bersihkan Wajah
Selalu rawat kebersihan wajah setiap hari dari kotoran dan debu dijalan. Untuk kita yang selalu aktif dan berurusan dengan debu dijalan, maka rajin-rajinlah membersihkan muka sebelum atau sesudah beraktifitas. Sebagai konsumsi dari dalam, maka perbanyaklah makan sayuran dan minum air putih. Buat yang gak suka sayur.!, maka buah yang mengandung air dapat menjadi alternatif dalam merawat wajah dari dalam. Karena kandungan yang terdapat dalam buah dan sayuran sangat diyakini bisa menjadikan wajah kita lebih bersih dan berseri.

How to Cope with Shortness of Breath with Sembung Leaf and Leaf Gods

Shortness of breath is breathing difficulties and should be out of energy. Breath occurs in a short straw-straw. Shortness of breath can be a common symptom of heart problems or lung.
Shortness of breath can be treated with herbs that are relatively more safe for health, for example with Blumea leaf and leaves of the gods.
Material:

    
* 15 grams of leaves of Blumea
    
* 1 finger cinnamon
    
* 15 grams of leaves of the gods
Method:

   
1. Wash all ingredients.
   
2. Once clean, boiled with 600 cc of water until the water remaining 300 cc.
   
3. Remove and strain.
   
4. Drink 2 times daily with a dose of 150 cc.
   
5. Good luck and good luck!
This herb can be used for shortness of breath due to heart problems.
Source: Complete Herbal Remedy Conquer Disease (Prof. HM Hembing Wijayakusuma)

Dampak kesehatan penyakit bawaan makanan

Kecuali beberapa penyakit, seperti botulisme, bruselosis dan listeriosis, penyakit bawaan makanan kerapkali dipandang sebagai penyakit yang ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya. Meskipun terkadang memang benar, pada banyak kasus konsekuensi kesehatan yang terjadi justru serius dan bahkan dapat mengakibatkan kematian. Persepsi yang salah ini sebagian terjadi karena kurangnya perhatian yang diberikan terhadap masalah tersebut.

Konsekuensi kesehatan akibat penyakit bawaan makanan bervariasi menurut patogen penyebabnya, tahapan dan lamanya pengobatan, juga dengan usia dan faktor lain yang berkaitan dengan daya tahan dan kerentanan seseorang. Gejalanya yang akut meliputi diare, mual, muntah, nyeri dan kram perut, panas dan jaundice. Pada kebanyakan kasus, pasien dengan fungsi kekebalan yang baik akan sembuh dalam beberapa hari atau beberapa minggu. Namun, pada kasus lain, khususnya di kalangan kelompok masyarakat yang rentan (mis., lansia, bayi, anak kecil, ibu hamil dan orang yang mengalami malnutrisi serta gangguan kekebalan), beberapa penyakit bawaan makanan dapat berakibat fatal terutama jika tidak tersedia pengobatan yang memadai.
Beberapa infeksi bawaan makanan dapat menimbulkan komplikasi serius yang memengaruhi sistem kardiovaskular, ginjal, persendian, pernapasan, dan sistem imun. Di antara kelompok-kelompok yang rentan, efek kesehatan ini mungkin akan lebih serius lagi. Pada survei terhadap 32.448 kasus penyakit bawaan makanan di negara Federasi Rusia, efek kronis pada kesehatan tampak pada lebih dari 11% pasien, dengan efek hipertensi dan kolelitiasis paling sering tampak. Sejumlah pasien juga mengalami infark miokard.
Contoh komplikasi serius yang berkaitan dengan penyakit bawaan ma-kanan adalah artritis reaktif serta sindrom rematoid, meningitis, endokarditis, sindrom Reiter, sindrom Guillain-Barre, dan sindrom uremik hemolitik. Contoh, salmonelosis pernah dilaporkan menyebabkan penyakit artritis reaktif pada beberapa penderitanya. Pada KLB salmonelosis bawaan susu yang terjadi pada tahun 1985 di Illinois, sekitar 2% penderitanya mengalami artritis reaktif sebagai komplikasi infeksi tersebut.
Sejumlah pasien khususnya anak-anak yang terjangkit E. coli dapat mengalami sindrom uremik hemolitik yang ditandai dengan adanya gagal ginjal akut. Manifestasi listeriosis dapat meliputi septikemia, meningitis, ensefalitis, osteomielitis dan endokarditis; pada ibu hamil, penyakit terse- but dapat menyebabkan abortus, bayi lahir mati atau malformasi janin. Angka fatalitas keseluruhan mencapai sekitar 30%. Pada KLB listeriosis yang menyerang ibu hamil di Australia Barat, angka fatalitas pada janin yang terinfeksi mencapai 50%.
Infeksi transplasental Toxoplasma gondii dapat terjadi pada sekitar 45% ibu hamil yang terinfeksi. Dalam 10-20% morbiditas nonfatal, bayi dapat mengalami kerusakan pada sistem saraf pusat dan pada retinokoroiditisnya yang dapat menimbulkan kebutaan. Bayi yang terinfeksi tetapi tidak menunjukkan gejala (asimptomatik) diyakini di kemudian hari dalam kehidupannya juga dapat mengalami gejala sisa, yang paling sering adalah retinokoroiditis. Secara global diperkirakan bahwa dalam tiga dari setiap 1.000 kehamilan, janin/bayi akan terjangkit toksoplasmosis.
Infeksi akibat Vibrio vulnificus dapat dijumpai sebagai keadaan septikemia fulminan dan sering disertai komplikasi nekrosis pada kulit (lesi nekrotikan kutaneus). Menurut beberapa hasil penelitian, angka fatalitas kasus pada pasien dengan riwayat penyakit hati adalah 63% dan pada pasien tanpa riwayat penyakit hati adalah 23%.
Sistiserkosis, yaitu infeksi oleh larva Taenia solirun, urnum terjadi terutama di Amerika Selatan serta Tengah dan dapat menimbulkan lesi pada otak. Cacing pipih hati Opisthorchis viverrini dan Clonorchis sinensis menyebabkan obstruksi pada saluran empedu serta kolangitis piogenik yang rekuren; kedua cacing ini bersifat karsinogenik bagi manusia.
Serangan berulang penyakit bawaan makanan dapat menyebabkan mal-nutrisi yang memberikan dampak serius terhadap pertumbuhan dan sistem imun bayi dan anak. Bayi yang resistensinya terganggu menjadi lebih rentan terhadap penyakit lain (termasuk infeksi pernapasan) dan selanjutnya akan terjebak dalam lingkaran setan malnutrisi serta infeksi. Banyak bayi dan anak tidak dapat bertahan dalam keadaan ini. Setiap tahun, terdapat 12-13 juta balita yang meninggal dunia akibat efek yang berkaitan dengan malnutrisi dan infeksi.
Konsekuensi kesehatan yang serius pernah dilaporkan ketika makanan yang mengandung kontaminan kimia seperti logam berat (mis., metil merkuri, timbal dan kadmium) dikonsumsi selama beberapa periode. Timbal dapat memengaruhi hematopoiesis, fungsi ginjal, dan sistem saraf. Merkuri juga menimbulkan efek yang serius pada sistem saraf. Baik merkuri maupun timbal merupakan unsur yang berbahaya terutama bagi ibu hamil.
Pustaka
Penyakit Bawaan Makanan