Lima Bulan Kabur, Pipi Arumi Bachsin Terlihat Lebih Chubby

Lima Bulan Kabur, Pipi Arumi Bachsin Terlihat Lebih Chubby
. Akhirnya Arumi kembali dan bertemu keluarga. Sekembalinya Arumi ada sedikit perubahan pada Perawakan Arumi Bachsin setelah kurang lebih 5 bulan meninggalkan rumah digambarkan dan dituturkan oleh sang tante, Lusi Bachsin. Menurut dia, pipi arumi lebih berisi dan wajahnya tampak lebih segar. Berikut simak info tentang artis muda cantik Arumi yang kabur dari rumah seperti yang ramai diberitakan dan akhirnya kini kembali pada keluarga. Simak juga foto Arumi yang baru kembali setelah lima bulan kabur, pipi Arumi Bachsin terlihat lebih chubby.
Lusi tante Arumi berkesempatan bertemu dengan keponakannya itu. Dalam pertemuan yang dilakukan di sebuah gedung di Jakarta, Kamis (17/3/2011) itu, Arumi menangis.
Arumi ditemui di Kantor Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), di Gedung Perintis Kemerdekaan, Jakarta Pusat, Kamis (17/3/2011) sore, Lusi membeberkan ‘hasil’ pertemuan itu. Berikut petikannya:
Saat bertemu apakah Arumi menyatakan mau pulang?
Iya, tapi mungkin ada waktunya.
Saat menangis apa yang Arumi katakan?
Ya pokoknya dia ingat semuanya. Mungkin ketemu saya dia melihat keluarga. Kenapa menangis, ya mungkin banyak persepsi di kepala dia. Jadi mungkin lebih sedih.
Ada berapa orang di ruangan pertemuan tersebut?
Ada maksimal 8 orang tapi pas di ruangan kadang tinggal 5, tinggal 4 orang.
Apa Arumi terlihat tertekan atau hati-hati saat berbicara?
Hati-hati iya
Apakah terlihat tertekan?
Saya nggak bisa menilai itu.
Ungkapan apa dari Arumi yang bikin Anda sedih?
Ya dia ingin ketemu anjingnya. Dia ingin seperti remaja lain. Dia ingin kuliah jurusan psikologi katanya.
Apa yang paling Arumi rindukan?
Semua. Semuanya dia kangen, termasuk anjingnya si Salfa.
Apa saja yang dilakukan Arumi sehari-hari selama dalam tempat perlindungan?
Sedikit berhati-hatilah dia, intinya dia hanya bilang dia enjoy.
Pertemuan tersebut hanya berlangsung selama 1 jam, apakah Anda kecewa?
Saya sih sudah mengungkapkan kepada LPSK bahwa pertemuan ini tidaklah optimal dari kacamata keluarga. Karena perjanjian sebelumnya adalah kita diberi space untuk bicara 4 mata. Saya juga bilang, saya pikir saya bicara di taman atau di suatu tempat yang betul-betul bisa mengakomodir kita berbicara secara natural.Tapi, ini pertemuannya di sebuah ruangan rapat dengan meja panjang. Kan kesannya kita memutuskan sesuatu, seperti meeting. Secara psikologis nggak bisa saya dapat pembicaraannya secara heart to heart. Itu aja yang bikin saya tidak puas.
Katanya nanti LPSK janji akan mempertemukan lagi?
Saya tanya Arumi, dia bilang ya saya dulu. Saya juga nggak tahu kenapa, tapi dia merasa bahwa saya bisa mewakili keluarga. Tapi saya sih mengarahkan dia untuk bertemu dengan orangtuanya langsung.
Bagaimana detai pertemuan dengan Arumi?
Ya bertemu aja di suatu tempat. Berangkat dari LPSK, saya nggak lihat jam. Tapi saya ke LPSK pukul 09.00 WIB. Baru berangkat pukul 10.30 WIB naik mobil. Di satu tempat kita turun sama-sama, kita naik jembatan lalu kita naik mobil berbeda. Tapi diputar-putar lho.
Perpindahan mobil di mana?
Di kawasan Hard Rock, setelah itu mengarah ke arah Kota. Karena Arumi juga di datangkan ke tempat pertemuan tersebut, kita bukan ke tempat arumi selama ini. Pertemuannya di suatu gedung.
Fisik Arumi seperti apa saat bertemu?
Dia lebih sehat. Lebih berisi pipinya. Pakai casual, pakai jeans, pakai kaos dan sepatu kets.
Bagaimana kondisi fisik Arumi?
Arumi sehat secara fisik, dia segar. Karena kita didampingi oleh lebih dari 4 orang, saya belum menemukan diri Arumi yang sejati.
Membicarakan apa dengan Arumi di sana?
Ya kehidupan dia sehari-hari. Dia juga bilang ingin bertemu dengan orangtuanya. Dia kangen sama semuanya.
Apa yang menghalangi Arumi untuk pulang?
Nggak ada yang menghalangi. Cuma mungkin butuh waktu aja. Mungkin dia agak shock juga, selama ini dia pindah-pindah tempat.
Apakah saat bertemu Anda meberikan sesuatu untuk Arumi?
Saya tidak dikasih ruang untuk berbicara denganAarumi 4 mata. Karena prosedur yang dilakukan LPSK, ruang geraknya kita jadi terbatas. Di sana saya kasih lihat foto-foto keluarga dan Arumi nangis.

0 comments:

Poskan Komentar